Pengaturan Privasi

....

Islamic Widget

RSS

Antara Cinta Dan Benci

Cinta dan benci adalah 2 kata yg bertolak belakang. Kurang lebih sepadan dg "suka dan tdk suka" atau "sudi dan tidak sudi". Cinta akan datang jika segala kenginan tercapai dan segala kemauan tersalurkan. Benci datang apabila tidak tercapai apa yang diinginkan dan muncul sesuatu yg tdk disukai.
Jika cinta itu datang dan muncul pasti Anda akan mempersiapkan diri utk menyerahkan segala pengorbanan yg dituntut oleh cinta tsb. Namun, jika benci itu datang , Anda pasti akan mempersiapkan langkah2 utk membalas dan meluapkan rasa benci Anda. Itu adl hal yg menghiasi setiap langkah manusia.

Cinta dan benci adl ibadah
" Barang siapa mencintai krn Allah dan membenci krn Allah ,memberi krn Allah dan tdk memberi krn Allah, sunguh dia telah menyempurnakan keimanan." (HR. Abu Dawud)

Yahya bin Mua'dz berkata : " Hakikat cinta krn Allah ialah bahwa cinta itu tdk bertambah meskipun yg dicintainya berbuat kebaikan kepadanya , tdk pula berkurang ketika yg dicintainya bersikap kasar kepadanya"

. Jauhnya seseorang dari ilmu agama dan aturan2 Allah mengubah cinta tabiat dan hawa nafsu. Jika hawa nafsu yg mengendalikan tiada lagi halal dan haram atau boleh dan tidak boleh. Semuanya akan diukur dg hawa nafsu

As-Sa'di berkata :" Karena nafsu sering sering memerintahkan pemiliknya kpd kejelekan, yakni perbuatan keji dan dosa. Sesungguhnya nafsu adl tunggangan setan.Melalui perantaranya setan masuk kpd manusia".

Ibnul Qayyim berkata tatkala menyebutkan sifat hati yg mati : " Jika dia mencintai ,dia mencintai krn nafsunya. Jika dia benci dia pun benci krn hawa nafsu. Jika dia memberi juga krn nafsu. Jika dia tdk memberi juga krn hawa nafsu pula. Hwa nafsunya lebih ia utamakan dan lebih ia cintai daripada ridho Allah. Akibatnya hawa nafsunya menjadi imamnya, syahwat menjadi pemandunya , kebodohan menjadi pengemudinya dan kelalaian menjadi kendaraannya.

Org bertanya :
Firman Allah
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Asy-Syaikh al-Albani: Bagus inilah jawabannya. Penjelasannya, jika saya mencintai anda krn Allah niscaya saya akan mengiringinya dg nasihat. Anda pun kan melakukan hal yg sama. Iringan nasihat sangat sedikit terjadi diantara dua orang yg mengaku saling mencintai krn Allah. Hal ini krn cinta yg seperti ini harus dibangun diatas keikhlasan . Saat keikhlasan tdk sempurna terkadang muncul kekhawatiran jika ( setelah dinasihati ) dia marah, takut, jika dia lari dan sebagainya. Maka dari itu, dlm cinta krn Allah kedua pihak mengikhlaskan niat utk menegakan nasihat kpd yg lain, senantiasa menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar. Menasihati saudaranya lebih berguna daripada ( sekadar ) melindunginya. Oleh krn itu, telah sahih bahwa termasuk dari adab para sahabat jika mereka bertemu setelah berpisah, mereka membacakan ayat ini kpd yg lain

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

sumber :diringkas dari Majalah Assyariah pinjem dari rumah tetangga.

Ya Allah mudah2an bisa cinta dan benci karena Allah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar