Beliau berkata :
Wahai anakku.......barangsiapa merasa cukup dg apa yg menjadi bagiannya maka ia akan menjadi kaya & barangsiapa memanjangkan pandangannya kpd apa yg ada di tangan orang lain niscaya dia akan mati dalam keadaan miskin. Barangsiapa tdk ridha dg apa yg diberikan utknya berarti telah mencacati Allah dlm ketetapan takdir-Nya . Barangsiapa menganggap kecil ketergelinciran org lain maka menjadi besarlah ketergelinciran dirinya . Barangsiapa menyibak tabir (aib) org lain maka akan tersibak pula aurat (aib) nya . Barangsiapa menghunuskan pedang pemberontakan maka akan terbunuh karenanya . Barangsiapa menggali sumur (lubang) bagi saudaranya maka Allah akan menjerumuskan dirinya kedalamnya. Barangsiapa masuk (bercampur) dg org2 bodoh niscaya akan menjadi terhina. Dan barangsiapa bergaul dg para ulama maka dia akan di muliakan dengannya. Barang siapa memasuki tempat2 kejelekan maka dia akan tertuduh (dg kejelekan pula)
Wahai anakku.......waspadalah, jangan sampai engkau menganggap remeh org lain, sehingga engkau pun akan diremehkan (oleh mereka)
Waspadalah.....jangan engkau menggeluti perkara2 yg tdk bermanfaat bagi dirimu. sehingga engkau pun menjadi hina karenanya.
Wahai anakku........ katakanlah yg haq (benar) dlm keadaan menguntungkan ataupun merugikanmu niscaya engkau memiliki kedudukan tersendiri diantara teman2mu. Jadilah engkau seorang yg gemar membaca dan mengikuti Al-Quran, seorang yg gigih menyebarkan agama islam , seorang yg selalu memerintahkan kpd kebaikan dan melarang dari kemungkaran, seorang yg nenyambung tali persaudaraan dg org yg memutus hubungan rahim denganmu. Jadilah engkau sebagai org yg selalu memulai dlm menyapa org2 yg mendiamkanmu dan memberi kpd org yg meminta kpd mu.
Wahai anakku........... jauhilah namimah (perbuatan mengadu domba). Sungguh namimah itu akan menanamkan permusuhan di dlm hati2( manusia). Dan hati2 lah dari membongkar aib manusia . Karena kedudukan seseorang yg membongkar aib2 manusia berada pd posisi sasaran bidik (sewaktu-waktu akan balik bongkar aibnya). Apabila engkau mencari kebaikan maka wajib bagimu mengambil dari sumbernya. Sesungguhnya kebaikan itu memiliki asal dan pada asal itu tdp pokok2 dan pd pokok2 itu terdapat cabang2 , dan pd cabang2 itu terdapat buah, serta tidaklah buah itu menjadi matang(dg baik) kecuali pd tangkainya, dan tidaklah ada tangkainya kecuali ada pokoknya dan tidak ada pokok melainkan dg adanya asal (bibit) yg baik.
Kunjungilah orang2 yg baik dan jangan mengunjungi orang2 yg jelek (jahat). Karena orang2 yg jelek itu ibarat gurun pasir yg tdk dapat memancarkan air, atau ibarat pohon yg tdk menghijau daunnya , atau ibarat tanah yg tdk dapat menumbuhkan rerumputan.
(Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq, hal. 27-29, karya Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Abdillah Ad-Darwis ,hakim pada Mahkamah Al-Kubra di Qathif)
Wasiat Al-Imam Ja'far Ash-Shadiq kpd putranya Musa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar